Game Bunda Sayang tantangan ke 4

Tantangan kali ini tanggal 29 Januari 2017 masih tanpa kehadiran suami dirumah. Tidak seperti biasanya di hari minggu ini kita sekeluarga tidak pergi kemana-mana. Karena saat ada bapaknya anak-anak hari minggu pasti keluar rumah. Entah hanya untuk jalan-jalan biasa atau hanya sekedar makan diluar. Yaa disitu kadang saya merasa sepii sekali ngga ada kehadiran suami di dekat saya dan anak-anak. Apalagi sama sekali tidak ada kabar darinya sampai saat ini. Ini lah tantangan untuk diri saya sendiri, yang sedang mengalami ke galauan kangen sama bapaknya anak-anak. Adakalanya suka pengen nangis dipojokkan nyumpet ngga ada yg liat. Tapi apa daya utk melakukan hal itu rasanya sulit sekali. Rasa malu sama anak-anak masih ada heheheeh... Tapi entah kenapa kadang anak-anak itu sepertinya tau apa yang sedang saya rasakan,apa yang sedang saya pikirkan. Sampai-sampai anak-anak itu sepertinya berusaha untuk menghibur saya dengan tingkah mereka yang menurut saya nakal banget siiiii... tapi saya lihat saya sengaja diberikan kesibukkan dengan tingkah mereka itu.  Yaaa benar anak-anak itu pelan-pelan bisa membuat saya sibuk dan bisa mengalihkan seluruh pikiran saya ke anak-anak.
Tantangan selanjutnya terjadi ketika anak saya lupa mematikan air keran yg di dapur. Sehingga setelah saya dan anak-anak selesai mandi seluruh ruangan penuh dengan air :( oooohhh tidaaakkk pikiran saya saat itu hahahahah...gimana tidak,saya kepikiran gimana cara membereskan kebanjiran ini hikssss... Cepat-cepat saya matikan airnya dan segera membereskan kebanjiran yg terjadi. Hahahaaha...anak-anak justru senang sekali tp juga antusias membantu membereskan air2 yg menggenang dirumah termasuk anak saya yg kedua yg berumur 2 tahun. Disini saya dan anak-anak sambil membereskan sambil ngobrol-ngobrol,bercanda-bercanda yaaa seru sekali rasanya saat itu. Meskipun tiba-tiba anak saya yg pertama nyeletuk bu asik juga yaa kalau kita beresin ini sambil ada bapak disini.Ko bapak ngga ada kabarnyaa ya bu. Waahh tantangan ni buat saya menjawab semua pertanyaannya. Dalam hati saya si sebenernya iyaa juga seru kalau ada bapak disini nak. Tapi kan tidak mungkin saya bilang seperti itu. Jadi saat itu saya hanya bilang ya nak kita doakan saja bapak dalam keadaan yang baik dan selalu dilindungi sama Allah supaya cepat pulang dan ngga lama-lama perginya. Yaa namanya juga anak-anak dengan secepat kilat bisa berganti topik lain,yg tadinya saya hampir terbawa emosi kesedihan tiba-tiba berubah menjadi tertawa-tawa melihat tingkah lucu anak saya yg kedua.
Kalau saya ambil kesimpulan tantangan hari ini adalah tidak semua kejadian musibah seperti kejadian kebanjiran dirmh dihadapi dengan kekesalan. Namun harus dijadikan tempat utk tantangan dan sekaligus kesempatan bisa bekerja sama dengan anak-anak,bahkan bisa sekalian untuk berbagi perasaan apa yg sedang dirasakan oleh anak-anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaya Belajar 5 Bunda Sayang 1

Materi 7 IIP

Tantangan yang ke 6 Melatih Kemandirian