#NHW 2 Indikator Profesionalisme perempuan
📚NICE HOME WORK #2📚
📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu
a Sebagai individu
Sebagai Individu yang dilahirkan kedunia sebagai seorang wanita tentunya hal ini membuat saya sangat bangga dan bersyukur bisa dilahirkan kedunia sebagai sosok seorang wanita. Disini saya bisa berkesempatan untuk bisa menjadi seorang wanita yang tangguh, seorang wanita yang bisa mendidik anak-anaknya dengan baik, seorang wanita yang bisa melakukan banyak kebaikan yang bisa dirasakan oleh orang banyak. Wanita dilihat dari sudut pandang yang berbeda dinilai sangat mudah sensitif, sangat lemah dan lain sebagainya yang terlihat seperti menyudutkan seorang wanita Akan tetapi dari situlah dapat di lihat maknanya bahwa wanita itu mempunyai makna bahwa ia sangat hati-hati dan segala macam perbuatan dan tingkah lakunya dirasakan melalui perasaan yang sangat halus. Sehingga akan selalu memiliki rasa kasih sayang yang tidak akan bisa dimiliki oleh kaum pria. Sebagai individu, saya ingin menjadi seorang wanita yang bisa bermanfaat untuk orang banyak di lingkungan sekitar, ingin menjadi wanita yang kharismatik dan high class. High class disini bukan dalam segi ekonomi, tetapi high class yang saya maksud itu adalah wanita yang tidak gampangan dan memiliki budi pekerti yang baik dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebagai sosok wanita.
b. Sebagai seorang istri
Setelah saya menikah dan akhirnya membuat status saya naik tingkat tidak hanya menjadi seorang wanita tetapi kali ini saya sudah menjadi seorang istri tentunya mau tidak mau saya harus lebih dewasa lagi dalam menjalankan rutinitas kehidupan saya sehari-hari. Tugas-tugas saya sebagai istri pun harus saya jalankan dengan tulus dan gembira. Awal-awal menjadi seorang istri saya lumayan kaget juga. Karena ternyata seorang istri itu harus bisa menjadi mentri kehidupan. Harus menjabat sebagai menteri keuangan, menteri kesehatan, menteri pendidikan bahkan harus bisa menjadi chef sampai tukang dan juga seksi kebersihan dan keindahan rumah. Namun setelah berjalan 8 tahun pernikahan tugas istri yang terlihat segunung pun perlahan-lahan menjadi terbiasa dan semakin senang. Asal dijalankan dengan kesungguhan hati. Hal yang selama ini membuat suami saya bahagia memiliki istri adalah bahwa ia merasakan hawa saya sebagai seorang istri yang bisa diandalkan, bisa merasakan bahwa saya sebagai istri yang tidak terlalu menuntut,bisa merasakan bahwa saya sebagai istri yang selalu bersyukur dengan apa yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal itulah yang membuat pasangan hidup saya terasa nyaman dan bahagia saya bisa menjadi pasangan hidupnya. Memang sebagai seorang istri itu sudah selayaknya harus bisa mensuport pasangannya dengan baik. Harus bisa membuat suami itu nyaman, harus bisa membuat suami itu dihargai. Dan kalau saya perhatikan itu caranya ya menjalankan tugas istri dengan ikhlas, tawakal,jujur dan sabar. Serta saling melengkapi satu sama lain dengan pasangan kita itu kunci sukses menurut saya menjadi istri yang baik. Dan hal inilah yang terus saya usahakan setiap hari dalam menjalankan rutinitas kehidupan saya sebagai istri dengan baik
c. Sebagai Ibu
Setelah memiliki anak, tentunya status saya semakin meningkat. Tidak hanya sebagai seorang istri tetapi saya juga sebagai seorang ibu. Menjadi ibu merupakan suatu kebanggaan buat saya, karena disini saya diberikan kesempatan untuk bisa mengandung, melahirkan dan menyusui bahkan menjadi seorang ibu bisa memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan anak-anaknya sehingga bisa merasakan kalau anaknyà sakit dan lain sebagainya. Juga dapat menjadi pendidik utama dan pertama untuk anak-anaknya. Sungguh menjadi kebahagiaan buat saya sendiri. Dari sejak anak-anak saya lahir sampai sekarang memang pengasuhan anak saya sendirilah yang pegang tanpa ada campur tangan orang tua dan asisten rumah tangga. Dari memandikan anak-anak sejak baru lahir sampai sekarang sudah menginjak usia balita, dari memberinya ASI sampai mpasi, dari mengajarkan jalan, membantu merangsang motorik-motoriknya hingga sàmpai saat ini saya sendirilah yang pegang. Disini saya akhirnya bisa lebih dekat dengan anak-anak, bisa dengan mudah memberikan budi pekerti yang baik untuk anak-anak. Karena sejak dini inilah pentingnya menjadi seorang ibu yang bisa memberikan pendidikan budi pekerti kepada anak--anaknya. Karena kita tahu bahwa kondisi jaman yang sudah berubah menjadi sesuatu yang gampang sekali diakses bisa menciptakan anak-anak kita atau membuat anak-anak kita terjerumus ke hal-hal yang negatif. Tetapi itu semua balik lagi kepada sosok ibu. Apakah kita bisa menjadi role model yang baik atau tidak. Pentingnya mengajarkan budi pekerti kepada anak-anak sejak dini dan juga memberikan contoh teladan kita sebagai seorang ibu tentunya akan menciptakan anak yang berkualitas. Kalau ditanya kepada anak-anak balita saya ibu yang seperti apa yang membuat mereka bahagia jawabnya ternyata simple sekali. Mereka hanya ingin memiliki ibu yang selalu ada untuknya dan selalu perhatian seperti sekarang ini yang selalu saya lakukan kepada anak-anak, meskipun saya juga memiliki berbagai macam kegiatan. Rasanya saya pun bahagia sekali ternyata anak-anak balita saya sudah bahagia memiliki seorang ibu seperti saya. Disitu timbul rasa ingin lebih lagi untuk bisa selalu memberikan perhatian kepada mereka. Karena dari anak-anak lah kita bisa belajar apapun sehingga patut disyukuri menjadi seorang ibu untuk anak-anak kita.
intan maria pratiwi
ibu dari 2 anak: aiko dan aruna
📝✅“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”✅📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu
a Sebagai individu
Sebagai Individu yang dilahirkan kedunia sebagai seorang wanita tentunya hal ini membuat saya sangat bangga dan bersyukur bisa dilahirkan kedunia sebagai sosok seorang wanita. Disini saya bisa berkesempatan untuk bisa menjadi seorang wanita yang tangguh, seorang wanita yang bisa mendidik anak-anaknya dengan baik, seorang wanita yang bisa melakukan banyak kebaikan yang bisa dirasakan oleh orang banyak. Wanita dilihat dari sudut pandang yang berbeda dinilai sangat mudah sensitif, sangat lemah dan lain sebagainya yang terlihat seperti menyudutkan seorang wanita Akan tetapi dari situlah dapat di lihat maknanya bahwa wanita itu mempunyai makna bahwa ia sangat hati-hati dan segala macam perbuatan dan tingkah lakunya dirasakan melalui perasaan yang sangat halus. Sehingga akan selalu memiliki rasa kasih sayang yang tidak akan bisa dimiliki oleh kaum pria. Sebagai individu, saya ingin menjadi seorang wanita yang bisa bermanfaat untuk orang banyak di lingkungan sekitar, ingin menjadi wanita yang kharismatik dan high class. High class disini bukan dalam segi ekonomi, tetapi high class yang saya maksud itu adalah wanita yang tidak gampangan dan memiliki budi pekerti yang baik dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebagai sosok wanita.
b. Sebagai seorang istri
Setelah saya menikah dan akhirnya membuat status saya naik tingkat tidak hanya menjadi seorang wanita tetapi kali ini saya sudah menjadi seorang istri tentunya mau tidak mau saya harus lebih dewasa lagi dalam menjalankan rutinitas kehidupan saya sehari-hari. Tugas-tugas saya sebagai istri pun harus saya jalankan dengan tulus dan gembira. Awal-awal menjadi seorang istri saya lumayan kaget juga. Karena ternyata seorang istri itu harus bisa menjadi mentri kehidupan. Harus menjabat sebagai menteri keuangan, menteri kesehatan, menteri pendidikan bahkan harus bisa menjadi chef sampai tukang dan juga seksi kebersihan dan keindahan rumah. Namun setelah berjalan 8 tahun pernikahan tugas istri yang terlihat segunung pun perlahan-lahan menjadi terbiasa dan semakin senang. Asal dijalankan dengan kesungguhan hati. Hal yang selama ini membuat suami saya bahagia memiliki istri adalah bahwa ia merasakan hawa saya sebagai seorang istri yang bisa diandalkan, bisa merasakan bahwa saya sebagai istri yang tidak terlalu menuntut,bisa merasakan bahwa saya sebagai istri yang selalu bersyukur dengan apa yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal itulah yang membuat pasangan hidup saya terasa nyaman dan bahagia saya bisa menjadi pasangan hidupnya. Memang sebagai seorang istri itu sudah selayaknya harus bisa mensuport pasangannya dengan baik. Harus bisa membuat suami itu nyaman, harus bisa membuat suami itu dihargai. Dan kalau saya perhatikan itu caranya ya menjalankan tugas istri dengan ikhlas, tawakal,jujur dan sabar. Serta saling melengkapi satu sama lain dengan pasangan kita itu kunci sukses menurut saya menjadi istri yang baik. Dan hal inilah yang terus saya usahakan setiap hari dalam menjalankan rutinitas kehidupan saya sebagai istri dengan baik
c. Sebagai Ibu
Setelah memiliki anak, tentunya status saya semakin meningkat. Tidak hanya sebagai seorang istri tetapi saya juga sebagai seorang ibu. Menjadi ibu merupakan suatu kebanggaan buat saya, karena disini saya diberikan kesempatan untuk bisa mengandung, melahirkan dan menyusui bahkan menjadi seorang ibu bisa memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan anak-anaknya sehingga bisa merasakan kalau anaknyà sakit dan lain sebagainya. Juga dapat menjadi pendidik utama dan pertama untuk anak-anaknya. Sungguh menjadi kebahagiaan buat saya sendiri. Dari sejak anak-anak saya lahir sampai sekarang memang pengasuhan anak saya sendirilah yang pegang tanpa ada campur tangan orang tua dan asisten rumah tangga. Dari memandikan anak-anak sejak baru lahir sampai sekarang sudah menginjak usia balita, dari memberinya ASI sampai mpasi, dari mengajarkan jalan, membantu merangsang motorik-motoriknya hingga sàmpai saat ini saya sendirilah yang pegang. Disini saya akhirnya bisa lebih dekat dengan anak-anak, bisa dengan mudah memberikan budi pekerti yang baik untuk anak-anak. Karena sejak dini inilah pentingnya menjadi seorang ibu yang bisa memberikan pendidikan budi pekerti kepada anak--anaknya. Karena kita tahu bahwa kondisi jaman yang sudah berubah menjadi sesuatu yang gampang sekali diakses bisa menciptakan anak-anak kita atau membuat anak-anak kita terjerumus ke hal-hal yang negatif. Tetapi itu semua balik lagi kepada sosok ibu. Apakah kita bisa menjadi role model yang baik atau tidak. Pentingnya mengajarkan budi pekerti kepada anak-anak sejak dini dan juga memberikan contoh teladan kita sebagai seorang ibu tentunya akan menciptakan anak yang berkualitas. Kalau ditanya kepada anak-anak balita saya ibu yang seperti apa yang membuat mereka bahagia jawabnya ternyata simple sekali. Mereka hanya ingin memiliki ibu yang selalu ada untuknya dan selalu perhatian seperti sekarang ini yang selalu saya lakukan kepada anak-anak, meskipun saya juga memiliki berbagai macam kegiatan. Rasanya saya pun bahagia sekali ternyata anak-anak balita saya sudah bahagia memiliki seorang ibu seperti saya. Disitu timbul rasa ingin lebih lagi untuk bisa selalu memberikan perhatian kepada mereka. Karena dari anak-anak lah kita bisa belajar apapun sehingga patut disyukuri menjadi seorang ibu untuk anak-anak kita.
intan maria pratiwi
ibu dari 2 anak: aiko dan aruna
Komentar
Posting Komentar