Family Project 1 Bunda sayang

PROJEK KELUARGA Tantangan 1

*Nama Projek*  : Perpustakaan Rumahan

*Gagasan* : Banyak Buku-buku dirumah yang tidak tertata dengan rapi. Bukunya ayah, buku-buku resepnya ibu sampai buku-buku pengetahuan untuk kakak dan adik. Sepertinyaa perlu sekali dirapihkan agar bisa menjadi ruangan baca yang nyaman dan enak dipandang

*Pelaksanaan* : hari Rabu, 22 Maret 2017, PIC: Kakak Aiko “Pustakawan”. 
Disini kakak Aiko bertanggung jawab penuh dalam mengatur letak-letak buku yang akan di taro di perpustakaan keluarga di ruangan yang dipilihnya sendiri


📌 AMATI
*Aspek Komunikasi Produktif*
Saya saat ini tidak terlalu banyak mengatur kemana buku-buku yang akan diletakan oleh anak-anak. Namun saya mengikuti arahan yang diberikan oleh sang pustakawan yang saat ini sedang menjadi PIC di perpustakaan keluarga. Hihihi lucu juga kakak mengatur kami semua untuk mengikuti arahannya dalam menata buku-buku yang ada di rumah. Komunikasi berjalan dengan baik dan lancar selama mengerjakan project perpustakaan keluarga.

*Aspek Kemandirian*
dilihat dari aspek kemandirian kakak yang saat ini menjadi PIC di perpustakaan keluarga menurut pandangan saya sudah bisa menjadi tauladan untuk adiknya. Dan untuk adiknya saya perhatikan juga nurut dan mengikuti arahan yang diberikan kakaknya

*Aspek Kecerdasan*
Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? Nah ini yang saya perhatikan saat saya akan membuat project perpustakaan keluarga. Disini kakak yang saat saya berikan penanggung jawab untuk menata perpustakaan keluarga disini anak saya tidak langsung mengiyakan namun terus menerus bertanya untuk apa dan kenapa. Tetapi setelah diberikan pengertian bahwa akan kah lebih baik kalau buku-buku yang kami punya itu ditata di dalam suatu ruangan agar terlihat rapi dan memudahkan untuk mencari. Disitu kakak aiko anak saya yang pertama langsung menetukan tempat terbaik untuk dijadikan perpustakaan keluarga. Dimana menurutnya perpustakaan itu tidak boleh berada di dalam kamar dan tidak boleh dekat-dekat dengan TV. Ok baiklah sepertinyaa anak saya sudah paham betul.
bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan? selama project berjalan kami hanya memenuhi aturan-aturan yabg sudah dibuat oleh anak saya aiko. Yang memang saya jadikan sebagai PIC perpustakaan keluarga. Sehingga emosi antara anak-anak dan saya sebagai ibubya berjalan dengan baik dan lancar. Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut? Disini anak-anak merasa senang sekali bisa membuat perpustakaan keluarga terutama anak saya yang pertama yang merasa sangat bermanfaat dalam membuat perpustakaan keluarga ini.
Bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang ( Adversity Intellegence,AI): kalau saya lihat dari cara kerja anak saya dalam mengerjakan project kali ini saya perhatikan anak saya memperhatikan dahulu tumpukan2 buku yang kami punya lalu setelah itu memilah2 buku2 yang kami punya. Dan saya lihat itu menjadi peluang dirinya untuk bisa merapihkan buku2 sesuai dengan keinginannya.

📌 Aliran rasa dalam mengerjakan project kali ini: Saya merasa sudah saatnya melibatkan anak-anak untuk merapihkan buku-buku yang kami punya dengan sangat apik. Dan rasa bahagia sekali bahwa dengan begini pada akhirnya kami memiliki perpustakaan keluarga yang di rapihkan dan diatur bukan oleh saya, melainkan oleh anak-anak sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

resume materi 2

tantangan ke 3 melatih kemandirian Bunda Sayang

Resume materi 3